Apakah Metformin Bisa Mencegah Diabetes

Pendahuluan dan Latar Belakang Metformin 

Buset banyak sekali penderita diabetes melitus

Diabetes melitus tuh kondisi metabolik jangka panjang yang ditandai sama kadar gula darah tinggi. Ini masalah kesehatan yang gede banget di seluruh dunia, diperkirakan ada 463 juta orang yang kena di tahun 2019. Jumlah ini diperkirakan bakal naik jadi 578 juta di tahun 2030 dan 700 juta di tahun 2045. Diabetes melitus tipe 2 (T2DM) khususnya jadi penyebab sebagian besar kasus diabetes dan sangat terkait sama gaya hidup kayak obesitas, kurang gerak, dan pola makan yang buruk. Konsep pra-penyakit, atau setidaknya istilahnya, relatif baru. Kesadaran bahwa batas atas pengukuran normal gula darah bisa jadi masalah kesehatan dan mungkin jadi peringatan bahwa pasien bakal kena diabetes disebut sebagai pra-penyakit. 

Sangat luar biasa penyakit diabetes ini

Pradiabetes itu kondisi di mana kadar gula darah lo lebih tinggi dari normal tapi belum nyampe level diabetes. Orang yang punya pradiabetes punya kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal tapi belum masuk kriteria diabetes. Ada dua istilah buat ngejelasin pradiabetes: Glukosa Puasa Terganggu (IFG) sama Toleransi Glukosa Terganggu (IGT). Tahun 2021, diperkirakan ada 464 juta orang dewasa umur 20-79 tahun yang punya IGT dan 298 juta yang punya IFG. Jumlah ini diperkirakan bakal naik jadi 638 juta buat IGT dan 414 juta buat IFG di tahun 2045. Pradiabetes juga bisa berhubungan sama perkembangan penyakit tertentu. Wen dkk. melaporin di tindak lanjut 11 tahun dari 36.000 orang pada tahun 2005 bahwa orang dengan IFG (kadar glukosa puasa antara 6,1 dan 6,9 mmol/L) punya risiko lebih tinggi buat meninggal karena penyakit kardiovaskular (CVD) dan diabetes dibandingin yang kadar glukosa darahnya di bawah 6 mmol/L. Unwin dkk. juga nemuin dalam studi cermat bahwa IFG dan IGT (glukosa 7,8 dan 11,1 mmol/L, dua jam setelah konsumsi beban glukosa oral 75 g) sangat terkait sama CVD. IGT lebih signifikan terkait sama CVD dibandingin IFG. Yang penting, pradiabetes bisa ningkatin kemungkinan lo kena T2DM, CVD, dan masalah lainnya. Jadi, nemuin terapi yang efektif buat mencegah atau ngelambatin transisi dari pradiabetes ke diabetes itu penting banget. 

Pentingnya mengurangi rrisiko terkena diabetes

Ngadopsi diet seimbang, lebih sering olahraga, dan jaga berat badan sehat itu dianggap cara paling mantap buat mencegah diabetes. Terapi gaya hidup udah terbukti di uji klinis besar kayak Program Pencegahan Diabetes (DPP), bisa nurunin risiko kena diabetes sampe 58% buat yang punya pradiabetes. Meskipun manfaat dari perubahan gaya hidup ini udah jelas, banyak orang masih kesulitan buat jalanin dan nurutin dalam jangka panjang. Terapi farmakologis juga udah diulik sebagai cara lain buat cegah diabetes. Metformin, obat antidiabetik oral, muncul sebagai alternatif yang menjanjikan di antara berbagai perawatan yang diinvestigasi. Metformin adalah turunan biguanida yang ngurangin sintesis glukosa di hati, ningkatin sensitivitas insulin, dan ningkatin penyerapan glukosa di tubuh. 

Apakah metformin bisa untuk mencegah diabetes?

Metformin udah diuji dalam berbagai uji klinis buat pencegahan diabetes, ngasih bukti penting tentang efektivitas dan keamanannya. Di Amerika Serikat, Program Pencegahan Diabetes (DPP) ngecek efektivitas metformin, perubahan gaya hidup, dan plasebo pada orang dengan pradiabetes. Selama periode tindak lanjut rata-rata dua tahun delapan bulan, metformin nurunin kemungkinan kena diabetes sampe 31% dibandingin kelompok plasebo. Lebih jauh lagi, uji coba tindak lanjut 10 tahun yang disebut uji coba hasil DPP (DPPOS) nemuin manfaat jangka panjang metformin dan ada pengurangan terus-menerus dalam kejadian diabetes. Metformin nurunin risiko kena diabetes sampe 18% selama 10 tahun. Tujuan dari tinjauan sistematis dan meta-analisis ini adalah buat ngasih bukti lengkap tentang efektivitas, keamanan, dan hasil jangka panjang metformin cuma pake uji coba terkontrol acak (RCT).

Mekanisme Kerja Metformin

Mekanisme Kerja Metformin
Mekanisme Metformin. LDH- Laktat dehidrogenase; DHAP- Dihidroksiaseton fosfat; NADH- Hidrogen nikotinamida adenin dinukleotida; NAD+- Nikotinamida adenin dinukleotida; GPD2- Gliserol 3 fosfat dehidrogenase 2; GPD1- Gliserol 3 fosfat dehidrogenase 1; G3P- Gliserol 3 fosfat. Gambar ini dibuat menggunakan BioRender versi premium.[2]

Metabolisme Glukosa

Secara konvensional, udah cukup jelas kalau metformin nurunin gula darah terutama lewat aksinya di hati dengan efek utama ngecilin glukoneogenesis hati yang bikin produksi glukosa endogen oleh hati jadi berkurang tanpa ningkatin konsentrasi insulin plasma. Literatur nunjukin bahwa glukoneogenesis bertanggung jawab buat sekitar 28–97% dari total keluaran glukosa hati, tergantung sama status makan orang normal dan bisa lebih tinggi pada pasien dengan T2D kronis. Dalam kasus T2D, yang merupakan kondisi kronis, mekanisme ini bisa jadi penting banget karena pelepasan glukosa hati yang meningkat dan nggak teratur merupakan mekanisme patofisiologis yang menonjol, dan ngendaliin ini bisa ningkatin prognosis penyakit sampai tingkat yang lebih besar. 

Luar biasa mekanisme kerja metfromin ini

Metformin juga ketauan ngaktifin AMPK intraseluler yang bertindak sebagai sensor energi dalam sel. Kalo AMPK aktif, proses katabolik sel jadi terpicu dan bikin ATP terbentuk, sementara jalur anabolik yang pake ATP buat proses sintetis jadi nonaktif. Bukti nunjukin AMPK adalah fasilitator penting buat jalur pensinyalan molekuler intraseluler yang kompleks soal metabolisme dan pertumbuhan yang bertindak secara terintegrasi buat make sure keseimbangan energi seluler.
Manfaat metformin. AMPK- adenosine monophosphate-activated protein kinase; SREBP-1C: sterol regulatory element-binding protein 1; PEPCK- Phosphoenolpyruvate carboxy kinase; G6Pase-glucose 6-phosphatase; GLUT4-Glucose transporter 4. Gambar ini dibuat menggunakan versi premium BioRender ( https://biorender.com/ ) dengan No. Lisensi: MT250DY0DR. Dibuat dengan BioRender.com.[2]

Peran Neuroprotektif

Peran Neuroprotektif
Peran neuroprotektif metformin. AMPK- adenosine monophosphate-activated protein kinase; NOX- nicotinamide adenine dinucleotide oxidase; ROX- reactive oxygen species; PP2A- protein phosphatase 2A; BDNF- brain derived neurotrophic factor; TrkB- tyrosine kinase receptor B; PI3K- phosphatidylinositol 3 kinase; Akt- protein kinase B; GTP = guanosin trifosfat. Gambar ini dibuat menggunakan versi premium BioRender ( https://biorender.com/ ) dengan No. Lisensi: GP250DJG7W. Dibuat dengan BioRender.com.

Lanjutin efek pleiotropik metformin, diamati bahwa obat antidiabetik konvensional ini juga bisa ngelambatin penuaan dengan ngatur metabolisme mitokondria dan ngasih sinyal insulin. Bukti nunjukin bahwa metformin bisa ngelewatin sawar darah-otak buat masuk ke otak dan ngasih berbagai efek neuroprotektif yang bisa bermanfaat dalam gangguan kognitif, penyakit Huntington (HD), stroke, dan mungkin demensia. 

Keren bisa memperlambat penuaan

Pada penyakit Parkinson (PD), akumulasi α-sinuklein dianggap sebagai salah satu ciri neurotoksisitas. Dalam studi praklinis, metformin diamati bisa nurunin ekspresi α-sinuklein dan jumlah sel positif α-sinuklein. Dalam model PD pada C. elegans, pengobatan metformin ketauan bisa ngurangin akumulasi α-sinuklein dan ngurangin hilangnya neuron dopaminergik. Dalam model tikus yang diobati dengan rotenon, metformin ketauan bisa ngelindungin neuron dopaminergik yang diinduksi rotenon dari degenerasi dengan cara ngurangin peroksidasi lipid. Fosforilasi alfa-sinuklein dikurangi dengan peningkatan aktivitas fosfatase oleh metformin seperti yang dilihat pada substansia nigra pada model tikus MPTP. Berdasarkan bukti di atas, metformin dengan sifat neuroprotektifnya bisa jadi pengubah penyakit pada PD.

Hasil Penelitian Metformin 

Review dan meta-analisis dari penelitian Patel et al. (2023) ngebuktikan banget bahwa metformin berguna banget buat ngelindungin dari diabetes. Hasil analisis mereka, yang cocok sama penelitian lain, nunjukin kalo metformin bisa bantu ngurangin risiko diabetes tipe 2, apalagi buat orang yang overweight atau obes tapi belum diabetes. Kalo dipaduin sama perubahan gaya hidup, hasilnya makin oke, jelasin pentingnya pendekatan yang komplit buat ngelindungin dari diabetes. Bukti-bukti yang jelas dari review ini nyokong penggunaan metformin buat pencegahan diabetes, khususnya buat orang-orang dengan risiko tinggi. Penelitian ke depan harus terus eksplorasi kelompok-kelompok beda dan faktor-faktor yang bisa ngaruhin metformin, serta nilai jangka panjang dan efek sampingnya. Temuan dari review ini bermanfaat banget buat nambahin pengertian tentang peran metformin dalam ngurangin diabetes tipe 2, bantuin para dokter dan pembuat keputusan kebijakan buat ambil keputusan yang tepat soal pencegahan diabetes.

Tinjauan Mekanisme Potensial dan Manfaat Terapi Metformin di Luar Diabetes

Metformin udah jadi obat pokok buat atasi Diabetes Melitus Tipe 2. Sekarang ada banyak obat antihiperglikemik baru, tapi metformin dengan efek yang serba guna keliatan masih lebih bagus dari pada yang lain. Efek metformin yang bisa hemat insulin bikin dia beda, ditambah lagi dengan cara kerja di dalam sel yang beragam. Obat ini bermanfaat banget buat banyak masalah, kayak diabetes, obesitas, kanker, masalah jantung, neurologis, dan lain-lain, walaupun buktinya sebagian besar masih dari penelitian lab dan hewan dengan dosis obat yang tinggi. Bukti awal untuk dukung efek metformin udah mulai dari studi awal dan observasional, tapi sekarang juga lagi diuji coba dalam uji klinis besar-besaran buat buktiin potensinya buat penyakit kronis manusia. Bukti sekarang ngasih harapan buat metformin bisa dipakai lebih luas buat berbagai masalah; tapi, masih perlu penelitian lebih lanjut dan uji coba besar di berbagai kelompok manusia buat buktiin kebenaran dan buat metformin jadi obat tetap buat berbagai penyakit.

Referensi : 

  1. Patel D, Ayesha IE, Monson NR, Klair N, Patel U, Saxena A, Hamid P. The Effectiveness of Metformin in Diabetes Prevention: A Systematic Review and Meta-Analysis. Cureus. 2023 Sep 28;15(9):e46108. doi: 10.7759/cureus.46108. PMID: 37900422; PMCID: PMC10611985. 
  2. Dutta S, Shah RB, Singhal S, Dutta SB, Bansal S, Sinha S, Haque M. Metformin: A Review of Potential Mechanism and Therapeutic Utility Beyond Diabetes. Drug Des Devel Ther. 2023 Jun 26;17:1907-1932. doi: 10.2147/DDDT.S409373. PMID: 37397787; PMCID: PMC10312383.

Muhammad Ikmaluddin Furqon

Hai nama saya adalah ikmal, saya adalah seorang dokter muda yang saat ini sedang menjalankan program profesi dokter, sembari belajar kedokteran saya akan membuat artikel-artikel penelitian di blog ini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama