Minum Metformin Sebelum atau Sesudah Makan

Mekansime Aksi Metformin

metformin pada fungsi mitokondria dan regulasi gen glukoneogenik
Metformin pada fungsi mitokondria dan regulasi gen glukoneogenik

Metformin tuh basa kuat yang ada sebagai kation di pH fisiologis. Dia butuh transporter kation organik buat ngelewatin membran sel. Kebanyakan, metformin diangkut ke dalam sel sama OCT 1, 2, dan 3 (SLC22A1, A2, A3) dan pengangkut monoamina membran plasma (PMAT, SLCC9A4). Nah, buat eliminasi, ada transporter ekstrusi multidrug dan toksin (MATE1/2, SLCC47A1, A2). OCT1 itu yang dominan di sel hati. Waktu paruh plasma (t1/2) kira-kira 4 jam, dan bioavailabilitas metformin sekitar 50% karena penyerapan farmakokinetiknya terbatas akibat kejenuhan transporter usus, jadi berkurang di dosis yang lebih tinggi. Dengan dosis biasa 250-2550 mg/hari, banyak metformin yang tetap di saluran pencernaan dan efeknya banyak yang dimediasi lewat mekanisme usus. Tapi, metformin di usus ini juga bisa ganggu penyerapan vitamin B12.

Baca Juga : Apakah Metformin Bisa Mencegah Diabetes?

Metformin, yang masuk golongan obat biguanida, keren banget buat nurunin kadar gula darah. Caranya, dia ngecilin produksi glukosa di hati, ngurangin penyerapan di usus, dan bikin tubuh lebih peka sama insulin. Hasilnya, metformin bisa nurunin kadar gula darah puasa sama gula darah setelah makan. Metformin juga punya peran penting buat cewek yang kena PCOS, soalnya dia bisa nurunin kadar insulin, yang akhirnya bikin hormon luteinisasi sama androgen turun. Ini bantu ngatur siklus menstruasi jadi lebih teratur. Dokter harus kasih tau cewek yang belum menopause soal potensi hamil yang naik waktu pake metformin. Buat diabetes gestasional, metformin direkomendasiin jadi alternatif insulin. Karena gula darah tinggi pas hamil bisa bikin malformasi kongenital, metformin bisa bantu nurunin kadar gula darah selama hamil. Menurut Facts and Comparisons, metformin dulunya masuk kelas B buat kehamilan menurut sistem FDA lama. Yang penting, obat ini bisa ngelewatin plasenta dan juga ada di ASI. Metformin dikenal netral soal berat badan, malah bisa bikin turun berat badan sedikit. Selain itu, obat ini gak mungkin bikin hipoglikemia dan mungkin punya efek bagus buat jantung, jadi tambah oke buat pengobatan diabetes. Metformin biasanya butuh sekitar 3 jam buat mulai berefek setelah diminum, dan waktu paruhnya sekitar 20 jam. Obat ini gak dimetabolisme banyak di hati atau nempel banyak ke protein. Sebaliknya, obat ini lebih banyak dikeluarin lewat ginjal, kebanyakan gak berubah. Jadi, fungsi ginjal harus dipantau buat make sure pengobatan aman dan efektif. 

Indikasi Pemberian Metformin

Metformin, obat antidiabetes, disetujui FDA tahun 1994 buat ngatasi diabetes tipe 2. Obat ini ada bentuk cepat dan lambat, sering dipakai bareng sama obat lain. Pas orang didiagnosa diabetes tipe 2, biasanya dokter saranin buat ubah gaya hidup dulu kayak pola makan dan olahraga. Kalo itu nggak cukup nurunin gula darah, baru deh metformin diresepin, bisa sendiri atau bareng sama obat lain. Menurut ADA, metformin ini pertama buat dewasa dan anak di atas 10 tahun yang punya diabetes tipe 2. Kalo HbA1c pas diagnosa kurang dari 9%, metformin jadi pilihan utama. Tapi kalo lebih dari 9%, bisa dikombinasikan sama obat lain. Tapi ya, metformin ini nggak buat diabetes tipe 1. Metformin juga dipakai off-label buat diabetes gestasional, tanggulangi nambah berat badan dari obat antipsikotik, cegah diabetes tipe 2, dan obati serta cegah sindrom ovarium polikistik (PCOS). Sekarang, metformin satu-satunya obat antidiabetes yang direkomendasi ADA buat pradiabetes. Selain itu, peneliti juga lagi liat potensi metformin buat anti-penuaan, anti-kanker, dan pelindung saraf.

Dampak Buruk Metformin

Metformin biasanya dianggap aman dan ditoleransi dengan baik, tapi efek samping gangguan pencernaan seperti diare, mual, dan muntah lumayan umum, terjadi pada sekitar 30% pasien yang minum metformin (ADA, 2023). Jarang, beberapa pasien bisa mengalami ketidaknyamanan di dada, sakit kepala, keringat dingin, hipoglikemia, kelemahan, dan rinitis. Pemakaian metformin dalam jangka panjang juga bisa turunin kadar vitamin B12, jadi tenaga kesehatan perlu pantau pasien dengan cermat, terutama yang punya anemia atau neuropati perifer. Dalam beberapa kasus, bisa aja perlu tambah suplemen vitamin B12 (ADA, 2023). Metformin punya peringatan serius soal asidosis laktat, efek samping jarang tapi berat, dengan tingkat kejadian sekitar 1 dari 30.000 pasien (ADA, 2023). 

Asidosis laktat terjadi pas laktat numpuk di tubuh dan nggak bisa dihilangin cepat, yang bisa bikin asidosis metabolik. Gejalanya termasuk malaise, masalah pernapasan, naiknya kadar laktat, dan asidosis anion gap. Beberapa risiko termasuk gangguan hati atau ginjal, usia tua, operasi, kekurangan oksigen, dan alkoholisme. Pasien kudu diingetin buat nggak minum alkohol berlebihan pas pakai metformin. Meskipun jarang, asidosis laktat bisa berakibat parah kayak hipotensi, hipotermia, dan bisa juga kematian (ADA, 2023). 

Interaksi obat juga bisa naikin risiko asidosis laktat atau efek hipoglikemik metformin. Obat-obatan kayak bupropion, sefalexin, simetidin, dolutegravir, alkohol, dan lain-lain bisa naikin risiko ini. Makanya, penting buat dokter pantau pasien yang minum obat-obatan ini bersamaan dengan metformin (ADA, 2023).

Penelitian tentang Metformin oleh Panamuan pada Tahun 2021

Metformin tuh obat lini pertama yang direkomendasi buat diabetes melitus tipe 2. Tapi, pas awal-awal pake, metformin bisa bikin efek samping. Efek samping ini gak bisa dianggap remeh karena bisa ngasih dampak serius selama penggunaan obat. Tujuan penelitian ini adalah buat tahu gimana hubungan antara faktor usia dan dosis sama terjadinya efek samping pada penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini observasional dengan rancangan potong lintang. Sampel yang dipake adalah penderita DM 2 yang pake metformin sebagai antidiabetes. Teknik ngambil sampelnya purposive sampling, dan ada 54 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Peneliti pake analisis uji chi square tabel 2x3 buat menghubungkan dua variabel. Variabel dalam penelitian ini yaitu faktor usia, dosis, dan terjadinya efek samping. Hasil penelitian nunjukin kalo ada hubungan signifikan antara faktor usia dan risiko efek samping dengan p-value 0,033 dan odds ratio 6,908. Setelah usia 30 tahun, kemampuan ginjal mulai menurun, jadi proses eliminasi metformin gak berjalan dengan baik, yang akhirnya bikin efek samping. Faktor dosis juga punya hubungan signifikan sama terjadinya efek samping dengan p-value 0,000 dan odds ratio 20,614. Makin tinggi dosis yang dipake, risiko efek samping juga makin tinggi karena berkaitan sama kadar obat dalam darah.

Biar gak kena efek samping metformin, lebih baik minumnya setelah makan. Mulai aja dari dosis rendah, misalnya 500 mg sehari, baru ditambahin dosisnya 500 mg atau 850 mg lagi setelah 2-3 minggu, sampe gula darah stabil.

Metformin diminum Sebelum atau Sesudah Makan?

Metformin itu obat oral yang biasa diresepkan dengan dosis harian sekitar 500 sampai 2550 mg. Biar ngurangin risiko masalah perut, disaranin minum metformin sesudah makan. Ada 2 jenis metformin: yang lepas cepat, dikonsumsi dua kali sehari, sama yang lepas lambat, cukup sekali sehari. Dosis harian sering ditambah tiap minggu, biasanya naik 500 atau 850 mg buat kurangi risiko efek samping. Dokter ngasih saran buat minum metformin tiap hari jam yang sama. Tablet metformin lepas lambat biasanya diminum pas makan malam, direkomendasiin ditelan sama segelas air penuh. Metformin efektif, aman, dan harganya terjangkau, bisa turunin risiko masalah jantung dan kematian juga (ADA, 2023).


Referensi :

  1. Corcoran, C., & Jacobs, T. F. (2023). Metformin. In StatPearls. StatPearls Publishing.
  2. Triggle, C. R., Mohammed, I., Bshesh, K., Marei, I., Ye, K., Ding, H., MacDonald, R., Hollenberg, M. D., & Hill, M. A. (2022). Metformin: Is it a drug for all reasons and diseases?. Metabolism: clinical and experimental, 133, 155223. https://doi.org/10.1016/j.metabol.2022.155223
  3. Dosis, E. S. (2021). Pengaruh Usia Pasien dan Dosis terhadap Efek Samping Metformin pada Pasien Diabetes Tipe 2. Jurnal Farmasi Komunitas Vol, 8(2), 51-58.
  4. Panamuan, Anas & Untari, Eka & Rizkifani, Shoma. (2021). Faktor Usia dan Dosis Metformin terhadap Efek Samping pada Penderita DM Tipe 2. Jurnal Farmasi Komunitas. 8. 51. 10.20473/jfk.v8i2.27117. 

Muhammad Ikmaluddin Furqon

Hai nama saya adalah ikmal, saya adalah seorang dokter muda yang saat ini sedang menjalankan program profesi dokter, sembari belajar kedokteran saya akan membuat artikel-artikel penelitian di blog ini

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama